Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

5 Pejabat Negara Paling Berpengaruh di Twitter

Written By Galang on Tuesday, October 5, 2010 | 9:40 PM


Twitter bukan hanya digunakan Presiden Amerika Serikat Barack Obama untuk menyebarkan ide dan pemikirannya. Sederet pejabat Indonesia juga menggandrunginya, baik untuk sekedar menyapa rekan sampai menyampaikan komentar akan perkembangan isu terkini.

Berikut adalah lima pejabat, yang tidak hanya berpengaruh di ranah politik Indonesia, tapi juga di dunia maya, tepatnya situs microblogging Twitter.

Sebagai catatan, urutan diambil berdasar situs TweetLevel, yang menghitung empat kriteria akun: Influence (pengaruh), Popularitas, Engagement (keterlibatan), dan Trust (kepercayaan). Jadi tidak semata popularitas. Sebagai contoh, Ratu Twitter Lady Gaga, yang memiliki lebih dari 6 juta pengikut, tidak terdaftar sebagai 20 pemilik akun paling berpengaruh.

1. Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul Sembiring
@tifsembiring
Total Nilai 88
Influence 87.7
Popularity 72.3
Engagement 82
Trust 88.5

Following 1.732
Followers 92.703
Tweets 5.874

Merupakan pejabat paling populer dan cerewet di Twitter. Politisi kelahiran Bukittinggi, Sumatera Barat, ini hampir saban jam bercuit, mulai dari renungan rohani sampai kecelakaan kereta api. Sejak bergabung pada 20 Oktober 2009, dia sudah lebih dari 5.800 kali bercuit.

"Anda adalah superstar Twitter," tulis TwitterLevel, menilai Tifatul. "Teruskan bercuit, orang menyukai perkataan anda."

Selain populer, Tifatul juga dinilai rajin berinteraksi dengan pengikutnya. "Fakta bahwa anda selalu meluangkan waktu untuk berhubungan dengan orang di komunitas, membuat anda 'great tweeter'," tulis TweetLevel.

2. Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, HAM, dan Pemberantasan Korupsi Denny Indrayana
@dennyindrayana
Nilai Total 64
Influence 64
Popularity 58.3
Engagement 56.1
Trust 55.2

Following 60
Followers 12.347
Tweets 1.333

Pakar Hukum Universitas Gadjah Mada ini juga tergolong cerewet dan rajin berinteraksi. Di posting terkininya dia bertanya tentang buku tentang haji yang patut dibaca.

TweetLevel menyarankannya untuk lebih sering terlibat dalam percakapan. "Bagi banyak orang, keterlibatan lebih penting, ketimbang pengaruh," demikian tertulis dalam penilaiannya.

3. Duta Besar untuk AS Dino Patti Djalal
@dinopattidjalal
Total Nilai 57
Influence 57
Popularity 59.4
Engagement 48.2
Trust 54.3

Following 7
Followers 15.256
Tweets 222.

Menurut situs pemeringkat ini, Dino, yang mantan juru bicara Presiden Yudhoyono, memahami dan memanfaatkan pentingnya Twitter. Dia juga tergolong populer. "Untuk meningkatkan popularitas, perlu lebih banyak orang yang me-retweet posting anda," tulis TweeterLevel.


4. Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa
@hattarajasa
Total Nilai 51

Influence 50.5
Popularity 56.4
Engagement 52.8
Trust 46.9

Following 40
Followers 9.946
Tweets 225

Bisa dibilang, Hatta merupakan rising star di ranah Twitter Indonesia. Jumlah pengikutnya terus melambung sejak pertama bercuit pada 17 Juni 2010.

"Luangkan waktu lebih untuk berbincang, buat posting yang lebih mudah dicari dengan membubuhkan tanda pagar, dan nikmati pembicaraan yang beredar," tulis TweeterLevel.

5. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono

@presidensby
Nilai Total 46
Influence 45.9
Popularity 56.2
Engagement 0
Trust 31.9

@boediono
Nilai Total 46
Influence 45.9
Popularity 68.8
Engagement 8.8
Trust 30.4

Orang nomor satu dan dua di republik ini menempati posisi kelima di Twitter. Meski pengikutnya masif, Boediono 56 ribu dan Yudhoyono 9693, situs TweetLevel tidak menganggap mereka sepopuler bawahannya yang ditulis di atas.

Di antara penyebabnya adalah keterlibatan dalam percakapan. Presiden sama sekali tidak mem-follow dan mengikuti percakapan. Sementara posting terakhir Boediono, yang juga bersifat satu arah, dilakukan lebih dari sebulan lalu. "Twitter bukan sekedar mengabarkan lezatnya pizza yang anda santap malam tadi, luangkan waktu untuk mengenal followers anda dan ikut dalam percakapan yang ada," tulis TweetLevel.
9:40 PM | 0 comments | Read More

Isi Pidato Presiden Menanggapi Masalah Indonesia Vs Malaysia

Written By Galang on Friday, September 3, 2010 | 3:40 PM

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTl4fS2CIDoaH98jIfVdhkPp_hrOP24Svtdobk_9OwIZBarWsgcbMU9kin2lUl2If5MXw7nowVXMAfvXq-TQjrEO8PUIieBoC3iWSovAttYAtR3V9pJPqHxBGBiT486DLquiqM43ZPEUM/s320/SBY+Pidato.jpg


Bismillahirrahmanirrahim,
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
 
Salam sejahtera untuk kita semua,
Saudara-saudara sebangsa dan setanah air yang saya cintai dan saya banggakan,
 
Malam ini, saya ingin memberikan penjelasan kepada rakyat Indonesia mengenai hubungan Indonesia–Malaysia. Marilah kita mengawalinya dengan melihat perkembangan dan dinamika hubungan kedua negara, salah satu hubungan bilateral Indonesia yang paling penting.
Hubungan Indonesia dan Malaysia memiliki cakupan yang luas, yang semuanya berkaitan dengan kepentingan nasional, kepentingan rakyat kita.

Pertama, Indonesia dan Malaysia mempunyai hubungan sejarah, budaya dan kekerabatan yang sangat erat dan mungkin yang paling erat dibanding negara-negara lain, dan sudah terjalin selama ratusan tahun. Kita mempunyai tanggung jawab sejarah, untuk memelihara dan melanjutkan tali persaudaraan ini.


Kedua, hubungan Indonesia dan Malaysia adalah pilar penting dalam keluarga besar ASEAN. ASEAN bisa tumbuh pesat selama empat dekade terakhir ini, antara lain karena kokohnya fondasi hubungan bilateral Indonesia-Malaysia.


Ketiga, ada sekitar 2 juta saudara-saudara kita yang bekerja di Malaysia, di perusahaan, di pertanian, dan di berbagai lapangan pekerjaan. Ini adalah jumlah tenaga kerja Indonesia yang terbesar di luar negeri. Tentu saja keberadaan tenaga kerja Indonesia di Malaysia membawa keuntungan bersama, baik bagi Indonesia maupun Malaysia.


Sementara itu, sekitar 13,000 pelajar dan mahasiswa Indonesia belajar di Malaysia, dan 6,000 mahasiswa Malaysia belajar di Indonesia. Ini merupakan asset bangsa yang harus terus kita bina bersama, dan juga modal kemitraan di masa depan.


Wisatawan Malaysia yang berkunjung ke Indonesia adalah ketiga terbesar dengan jumlah 1,18 juta orang, dari total 6,3 juta wisatawan mancanegara. Investasi Malaysia di Indonesia 5 tahun terakhir (2005-2009) adalah 285 proyek investasi, berjumlah US$ 1.2 miliar, dan investasi Indonesia di Malaysia berjumlah US$ 534 juta. Jumlah perdagangan kedua negara telah mencapai US$ 11,4 Miliar pada tahun 2009. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan ekonomi Indonesia–Malaysia sungguh kuat.


Namun, hubungan yang khusus ini juga sangat kompleks. Hubungan ini tidak bebas dari masalah dan tantangan. Ada semacam dalil diplomasi, bahwa semakin dekat dan erat hubungan dua negara, semakin banyak masalah yang dihadapi.


Contoh masalah dan tantangan yang kita hadapi adalah menyangkut tenaga kerja Indonesia di Malaysia. Kita tahu bahwa keberadaan 2 juta tenaga kerja Indonesia di Malaysia, disamping memberikan manfaat bersama, juga memunculkan kasus-kasus di lapangan yang harus terus kita kelola. Oleh karena itulah, sejak awal, saya berupaya keras untuk memperjuangkan hak-hak Tenaga Kerja Indonesia, antara lain menyangkut gaji dan waktu libur, memberikan perlindungan hukum, dan mendirikan sekolah bagi anak-anak Tenaga Kerja Indonesia.


Dalam kunjungan saya yang terakhir ke Malaysia, kita telah berhasil mencapai kesepakatan, mengenai pemberian dan perlindungan Hak bagi tenaga kerja kita di Malaysia. Berkaitan dengan permasalahan hukum yang dihadapi oleh tenaga kerja Indonesia di Malaysia, pemerintah aktif melakukan langkah-langkah pendampingan dan advokasi hukum, untuk memastikan saudara-saudara kita mendapatkan keadilan yang sebenar-benarnya.


Selain masalah TKI dan perlindungan WNI, kita juga kerap menjumpai masalah yang terkait dengan perbatasan kedua negara. Masalah ini memerlukan pengelolaan yang serius dari kedua belah pihak.


Karena itulah, menyadari kepentingan bersama ini, saya dan Perdana Menteri Malaysia sering berkomunikasi secara langsung, di samping forum konsultasi tahunan yang kami lakukan, untuk memastikan bahwa isu-isu bilateral ini dapat kita kelola dan carikan jalan keluarnya dengan baik.


Saudara-saudara sekalian,

Akhir-akhir ini, hubungan Indonesia Malaysia kembali diuji dengan terjadinya insiden di seputar perairan Pulau Bintan pada tanggal 13 Agustus 2010 yang lalu. Berhubung insiden ini menjadikan perhatian yang luas dari kalangan masyarakat Indonesia, pada kesempatan ini, saya ingin memberikan penjelasan tentang duduk persoalan yang sesungguhnya, dan langkah-langkah tindakan yang diambil oleh pemerintah kita.

Sejak saya menerima laporan mengenai insiden ini tanggal 14 Agustus 2010 pagi, saya langsung memberikan berbagai instruksi. Pertama, saya minta agar ketiga petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan segera dikembalikan dalam keadaan selamat. Kedua, saya juga memerintahkan untuk mengusut tuntas apa yang sebenarnya terjadi dalam insiden tersebut.


Segera setelah itu, Menko Polhukam dan Menteri Luar Negeri melakukan tindakan-tindakan cepat, untuk mengelola penanganan insiden tersebut dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan.


Terhadap insiden ini, kita semua sangat prihatin, dan saya ingin agar masalah ini segera di selesaikan secara tuntas, dengan mengutamakan langkah-langkah diplomasi. Saya ingin mengatakan bahwa sejak terjadinya kasus ini pemerintah telah bertindak. Sistempun telah bekerja.


Saya juga menekankan bahwa masalah seperti ini harus diselesaikan secara cepat, tegas dan tepat, karena berkaitan dengan kepentingan nasional kita. Memelihara hubungan baik dengan negara sahabat, apalagi dengan Malaysia, sangat penting. Tetapi, tentu kita tidak bisa mengabaikan kepentingan nasional, apalagi jika menyangkut kedaulatan dan keutuhan NKRI.


Dalam kaitan ini, saya telah mengirim surat kepada Perdana Menteri Malaysia, yang intinya menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya insiden tersebut. Saya juga mendorong agar proses perundingan batas maritim dapat dipercepat dan dituntaskan. Sementara itu, Kementerian Luar Negeri telah memanggil Duta Besar Malaysia di Jakarta untuk menyampaikan nota protes. Menteri Luar Negeri juga telah melakukan komunikasi intensif dengan Menteri Luar Negeri Malaysia. Dalam perkembangannya,
alhamdulillah, ke-3 petugas Kementerian Kelautan dan Perikanan itu kini telah kembali ke tanah air.

Berkaitan dengan ketiga petugas KKP tersebut, Pemerintah Indonesia menerima informasi tentang perlakuan yang tidak patut yang dialami oleh mereka. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia meminta penjelasan atas kebenaran informasi itu. Melalui jalur diplomasi, diperoleh informasi bahwa Pemerintah Malaysia saat ini sedang melakukan investigasi atas masalah perlakukan terhadap tiga petugas KKP tersebut.


Saudara-saudara,

Yang jelas, di masa depan, insiden seperti ini harus kita cegah, agar tidak terus menimbulkan permasalahan di antara kedua negara. Upaya ini bisa kita lakukan dengan cara segera menuntaskan perundingan batas wilayah di antara Malaysia dan Indonesia, serta bentuk-bentuk koordinasi dan kerjasama di antara kedua belah pihak, dengan semangat untuk tetap memelihara hubungan baik kedua bangsa.

Perihal penanganan terhadap 7 nelayan Malaysia yang memasuki wilayah perairan Indonesia, kepada mereka telah diambil tindakan-tindakan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Setelah prosesnya selesai mereka kita kembalikan ke Malaysia, sebagaimana kelaziman yang berlaku di lingkungan ASEAN selama ini. Perlu diketahui, dalam kasus yang sama, banyak nelayan Indonesia yang diduga memasuki wilayah perairan negara sahabat, juga dikembalikan ke negeri kita.


Saudara-saudara sebangsa dan setanah air,

Belajar dari pengalaman ini, pemerintah Indonesia berpendapat bahwa solusi yang paling tepat untuk mencegah dan mengatasi insiden-insiden serupa adalah, dengan cara segera menuntaskan perundingan batas wilayah antara Indonesia dan Malaysia. Perundingan ini menyangkut batas wilayah darat dan batas wilayah maritim, termasuk di wilayah selat Singapura, dan perairan Sulawesi, atau perairan Ambalat.

Indonesia berpendapat bahwa perundingan menyangkut batas wilayah ini dapat kita percepat dan kita efektifkan pelaksanaannya. Semuanya ini berangkat dari niat dan tujuan yang baik, agar insiden-insiden serupa yang akan mengganggu hubungan baik kedua bangsa dapat kita cegah dan tiadakan. Saya sungguh menggaris-bawahi, sekali lagi, agar proses perundingan yang akan segera diteruskan oleh kedua pemerintah benar-benar menghasilkan capaian yang nyata.


Saudara-saudara,

Kedaulatan Negara dan keutuhan wilayah adalah kepentingan nasional yang sangat vital. Pemerintah juga sangat memahami kepentingan itu, dan terus bekerja secara sungguh-sungguh untuk menjaga dan menegakkannya. Namun demikian, tidak semua permasalahan yang muncul dalam hubungan dengan negara sahabat selalu terkait dengan kedaulatan dan keutuhan wilayah. Oleh karena itu, kita harus bisa menilai dengan tepat setiap masalah yang muncul, agar penyelesaiannyapun menjadi tepat pula.

Meskipun demikian, sekecil apapun permasalahan yang muncul dalam hubungan bilateral, akan tetap kita selesaikan demi menunjang kepentingan nasional kita. Kita harus senantiasa menjaga citra dan jatidiri kita sebagai bangsa yang bermartabat dalam menjalin hubungan internasional, tanpa kehilangan prinsip dasar politik luar negeri yang bebas dan aktif, dan yang diabdikan untuk kepentingan bangsa kita.


Sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, saya juga merasakan apa yang dirasakan oleh rakyat Indonesia. Saya sungguh mengerti keprihatinan, kepedulian, bahkan emosi yang saudara-saudara rasakan. Dan apa yang dilakukan oleh pemerintah sekarang dan ke depan ini, sesungguhnya juga cerminan dari keprihatinan kita semua.


Saya juga mengajak untuk menjauhi tindakan-tindakan yang berlebihan, seperti aksi-aksi kekerasan, karena hanya akan menambah masalah yang ada. Kekerasan sering memicu terjadinya kekerasan yang lain. Harapan untuk menyelesaikan masalah ini dengan serius dan tepat, tanpa disertai aksi-aksi yang destruktif, juga saya terima dari saudara-saudara kita rakyat Indonesia yang saat ini berada di Malaysia.


Saudara-saudara sekalian,

Cara kita menangani hubungan Indonesia– Malaysia akan disimak dan diikuti oleh negara-negara sahabat di kawasan Asia, bahkan oleh dunia internasional. Selama ini sebagai Pendiri ASEAN, Indonesia sering dijadikan panutan di dalam menyelesaikan berbagai konflik yang terjadi di kawasan, maupun di belahan bumi yang lain. Oleh karena itu, marilah seraya kita tetap memperjuang-kan kepentingan nasional kita, karakter dan peran internasional Indonesia yang konstruktif, dan dengan semangat untuk memelihara perdamaian, terus dapat kita jaga.

Terakhir, insiden yang terjadi antara Indonesia dan Malaysia baru-baru ini akan kita tuntaskan penyelesaiannya. Indonesia akan terus mendorong Malaysia untuk benar-benar menyelesaikan perundingan batas wilayah yang sering memicu terjadinya insiden dan ketegangan. Dengan demikian, dengan dapat dicegahnya ketegangan dan benturan-benturan yang tidak perlu, saya yakin permasalahan, hubungan baik dan kerjasama bilateral antara Indonesia–Malaysia akan berkembang lebih besar lagi.


Ke depan dalam hubungan antar bangsa yang lebih luas, kita harus terus menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah kita, dan terus membangun diri menjadi negara yang maju, sejahtera, dan bermartabat, dengan tetap menjaga hubungan baik dan kerjasama dengan negara-negara sahabat.


Sekian.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

sumber :http://www.dakdem.com/artikel-bebas/19-artikel-bebas/614-pidato-lengkap-presiden-sby-tentang-hubungan-indonesia-malaysia
3:40 PM | 0 comments | Read More

FIDEL CASTRO : "OSAMA BIN LADEN ITU AGEN CIA"

Written By Galang on Tuesday, August 31, 2010 | 7:56 PM

Mantan Presiden Kuba Fidel Castro mengeluarkan pernyataan kontroversial. Castro mengatakan pemimpin Al Qaeda Osama Bin Laden adalah agen badan intelijen Amerika Serikat (CIA).

Bin Laden selalu dipanggil dan dibayar tiap kali mantan Presiden AS George W Bush membutuhkannya. Menurut Castro, Bush membutuhkan Bin Laden untuk menakut-nakuti dunia.

Castro mengaku mengetahui hal ini setelah membaca dokumen yang diposting di 'Wikileaks'. Dia juga menuduh Bin Laden bekerja untuk gedung putih. "Bush selalu didukung oleh Bin Laden, dia adalah bawahan Bush," kata Castro.

Menurut Castro, setiap saat Bush ingin menebar rasa takut dan membuat pidato soal itu, Bin Laden akan muncul dan mengancam orang dengan sebuah cerita tentang apa yang dia lakukan.

Castro juga mengatakan ribuan halaman dokumen rahasia milik pemerintah Amerika yang dimuat di Wikileaks itu juga menunjukkan siapa pemimpin Al Qaeda yang benar-benar bekerja.

Castro membuat pernyataan ini setelah bertemu dengan Daniel Estulin, penulis tiga buku tentang rahasia Bilderberg Club, sebuah klub rahasia yang memanipulasi ekonomi dan sistem politik. Anggota klub ini bekas Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Henry Kissinger, pejabat eropa terkemukan dan para eksekutif bisnis.
[Tempointeraktif.com]
7:56 PM | 0 comments | Read More